Monday, November 14, 2011

Kenal lah Hati Yang Berpenyakit

Pertama, Ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmunya tidak berguna baginya dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah swt. Al-Quran menyebutkan orang yang betul-betul takut kepada Allah itu sebagai orang-orang memiliki ilmu: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang yang berilmu. (QS. Fathir: 28). Jika ada orang yang berilmu tapi tidak takut kepada Allah, bererti dia memiliki ilmu yang tidak bermanfaat. Kedua, Mempunyai hati yang tidak khusyuk. Dalam menjalankan ibadah, ia tidak dapat mengkhusyukkan hatinya sehingga tidak dapat menikmati ibadahnya. Ibadah menjadi sebuah kegiatan rutin yang tidak mempengaruhi perilakunya sama sekali. Tanda lahiriah dari orang yang hatinya tidak khusyuk adalah matanya sukar menangis. Nabi saw menyebutnya sebagai jumûdul ‘ain (mata yang beku dan tidak bisa mencair). Di antara sahabat-sahabat Nabi, terdapat sekelompok orang yang disebut al-bakkâauun (orang-orang yang selalu menangis) karena setiap kali Nabi berkhutbah, mereka tidak dapat menahan tangisannya. Dalam sebuah riwayat, para sahabat bercerita: Suatu hari, Nabi Saw menyampaikan nasihat kepada kami. Bergoncanglah hati kami dan berlinanglah air mata kami. Kami lalu meminta, “Ya Rasulallah, seakan-akan ini khutbahmu yang terakhir, berilah kami tambahan wasiat.” Kemudian Nabi saw bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, kalian akan menyaksikan pertengkaran di antara kaum muslimin yang banyak …” Dalam riwayat lain, Nabi saw bersabda: “Hal pertama yang akan dicabut dari umat ini adalah tangisan kekhusyukan.” Ketiga, Memiliki nafsu yang tidak pernah kenyang. Angan-angan yang tak pernah habis, keinginan yang terus menerus, serta keserakahan yang tak pernah puas.

No comments:

Post a Comment